PERAYAAN EMAS LIMA PULUH TAHUN
SDK 132 DETUNG, NELLE URUNG
SENIN, 13 AGUSTUS 2012
„Kalau pesta pora, judi dan mabuk-mabukan adalah
aktivitas yang merusak secara moral dan agama, maka ketika guru-guru
melarangnya di sekolah, janganlah kiranya masyarakat dan lembaga agama
membiarkannya. Guru dan sekolah hanya mengajarkan, tapi masyarakat dan
komunitas agamalah yang mengaplikasikannya dalam hidup harian.“
Yang mulia Bapak Uskup
Maumere,
Yang terhormat Pastor
Paroki Nelle, para imam, biarawan/wait,
yang terhormat para kepala SKPD Kabupaten Sikka,
yang terhormat Camat Nelle dan kepala desa yang sempat hadir
yang terhormat Kepala Sekolah SDK 132 Detung, para guru, para alaumni, siswa-siswi
beserta orang tua dan komite sekolah,
Bapak, Ibu, Saudara-saudari, para hadirin dan undangan yang
berbahagia.
Atas nama pribadi dan keluarga, dan atas nama pemerintah
serta seluruh masyarakat Kabupaten Sikka saya menyampaikan ucapan selamat dan
proficiat kepada seluruh keluarga besar SDK 132 Detung yang telah mencapai usia
emas, 50 tahun. Kita patut mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih kita
kepada Tuhan, atas kasih dan penyelenggaraanNya yang telah membimbing dan
menuntun seluruh komponen di lembaga pendidikan ini selama 50 tahun. Kita
percaya, melalui lembaga ini Tuhan
sendiri mengajar dan mendidik umatNya; mencurahkan rahmat pencerahan budi dan
pembaharuan hati kepada umatNya di wilayah ini. Syukur kita kepada Tuhan dan
terima kasih kita kepada semua penjasa, pantas kita rayakan dalam rangkaian
acara pesta emas hari ini.
Bapak
Uskup yang mulia, saudara-saudara yang terhormat,
Usia
emas bagi sebuah lembaga pendidikan dasar menggambarkan sebuah proses yang
panjang dan berliku. Selama 50 tahun, sekolah ini tentu telah mendidik banyak
orang, yang hasilnya sudah pasti sangat berpengaruh terhadap dinamika
masyarakat di wilayah ini. Karena sekolah ini adalah sekolah dasar, maka sudah
pasti ia telah meletakan dasar yang kokoh bagi perkembangan peradaban
masyarakat Nelle bahkan di seluruh Kabupaten Sikka. Sendi-sendi dasar kehidupan
masyarakat mulai dibentuk di sekolah ini, seperti kesehatan, tata laksana rumah
tangga, pertanian, ekonomi, sosial budaya dan terutama agama. Karena itu,
keberadaan lembaga pendidikan khususnya pendidikan dasar selalu menjadi
perhatian serius pemerintah dan institusi agama di mana-mana. Perayaan syukur
dan kehadiran kita semua hari ini memperlihatkan perhatian serius dan
kepedulian yang mendalam akan pentingnya peran pendidikan dalam perkembangan
masyarakat dan agama kita.
Bapak
Uskup yang mulia, saudara-saudara yang terhormat,
Jika
dewasa ini kita mengalami banyak masalah serius dalam kehidupan sosial dan
keagamaan anak-anak kita, maka kita mestinya mengakui bahwa ada yang tidak
beres dengan pendidikan kita; di keluarga dan di sekolah dasar. Kita belum meletakan dasar-dasar iman, moral dan intelektual yang kuat dan
memadai bagi kehidupan yang keras dan berat ini. Patut diakui bahwa perhatian
kita belum fokus dan dukungan kita masih belum optimal terhadap pendidikan
dasar. Bahkan dengan dukungan dana penuh dari pemerintah dalam penyelenggaraan
pendidikan dasar dan menengah, kita harus mengakui bahwa masih ada hal-hal yang tercecer dan tertinggal dalam pendidikan
anak-anak kita di Kabupaten Sikka; bukan melulu soal angka partisipasi kasar
dan prosentase lulusan. Ada beberapa aspek mendasar dalam penyelenggaraan
pendidikan dasar yang membutuhkan perhatian serius dan dukungan konkrit
berbagai pihak.
Bapak
Uskup yang mulia, saudara-saudara yang terhormat,
Dewasa
ini, uang sebagai biaya penyelenggaraan pendidikan dasar boleh dibilang telah
sepenuhnya ditangani pemerintah. Gaji guru-guru, pembangunan gedung, pengadaan
peralatan dan buku-buku serta biaya operasional sekolah hampir semuanya sudah
ditanggung pemerintah. Tapi itu bukan
berarti pihak lain seperti lembaga agama dan masyarakat boleh lepas tangan.
Kita masih harus bekerja sama, bahu-membahu menata dan mengelola pendidikan
dasar di daerah ini. Sekolah ini adalah sekolah katolik, maka nilai-nilai
kekatolikan tidak boleh redup dan hilang dari sekolah ini. Nilai-nilai moral dan sipiritual katolik harus terpancar
dari sekolah ini bagi masyarakat Nelle dan sekitarnya. Guru-guru dan lembaga
pendidikan ini mesti mendidik anak-anak menjadi manusia yang utuh, bukan melulu
supaya pandai, lulus ujian, dapat pekerjaan dan bisa hidup lebih sejahtera dari
orang-orang yang tidak sekolah. Sekolah ini, di usia setua ini juga harus bisa
menghasilkan anak-anak yang patuh,
rajin, jujur dan berbudi mulia sehingga menjadi kebanggaan guru-guru dan orang
tua. Dari aspek ini, instrumen pembelajaran dan indikator keberhasilannya mesti
ditunjukkan sendiri oleh guru-guru dalam bentuk kata-kata yang berwibawa dan
teladan hidup yang menggugah. Masyarakat dan gereja harus menegaskan kebenaran
nilai-nilai moral dan agama yang diajarkan guru-guru di sekolah dengan aplikasi
langsung dalam kehidupan sehari-hari. Kalau pesta pora, judi dan mabuk-mabukan
adalah aktivitas yang merusak secara moral dan agama, maka ketika guru-guru
melarangnya di sekolah, janganlah kiranya masyarakat dan lembaga agama
membiarkannya. Guru dan sekolah hanya mengajarkan, tapi masyarakat dan
komunitas agamalah yang mengaplikasikannya dalam hidup harian.
Bapak
Uskup yang mulia, saudara-saudara yang terhormat,
Untuk
mewujudkan dukungan dan kerja sama semua pihak di sekolah dasar, satu hal ini
kiranya bolah dilakukan. Saya sangat terganggu dengan sebuah ritus di gereja
kita ketika setelah komunio anak-anak berbondong-bondong minta diberkati imam
satu per satu. Suasananya tidak teratur;
di mana orang tua, guru-guru, katekis atau pengurus lingkungan atau OMK?
Bagaimana jika semuanya diatur berbaris rapi, tenang dan sopan, lalu mereka
didoakan secara khusus oleh imam atau wakil orang tua atau salah satu guru. Doa
itu bisa disisipi harapan dan dukungan bagi mereka untuk menjadi anak yang
patuh, saleh, sopan santun dan berbakti kepada guru, orang tua dan gereja.
Gereja telah menanam benih iman dan moralitas kristiani yang agung itu; kita
tentu bertanggung jawab merawat dan memeliharanya di tengah kehidupan yang
berat dan keras ini.
Akhirnya, dengan menyampaikan salam hangat dan
ucapan selamat, saya mengakiri sambutan ini; semoga usia emas sekolah ini
sungguh memancarkan kualitas emas dalam diri para guru dan alumninya yang tahan
uji dan cemerlang dalam segala situasi.
Sekian
dan terima kasih.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar