Senin, 01 Oktober 2012

50 TAHUN SDK 132 DETUNG


PERAYAAN EMAS LIMA PULUH TAHUN
SDK 132 DETUNG, NELLE URUNG
SENIN, 13 AGUSTUS 2012

„Kalau pesta pora, judi dan mabuk-mabukan adalah aktivitas yang merusak secara moral dan agama, maka ketika guru-guru melarangnya di sekolah, janganlah kiranya masyarakat dan lembaga agama membiarkannya. Guru dan sekolah hanya mengajarkan, tapi masyarakat dan komunitas agamalah yang mengaplikasikannya dalam hidup harian.“

Yang mulia Bapak Uskup Maumere,
Yang terhormat Pastor Paroki Nelle, para imam, biarawan/wait,
yang terhormat para kepala SKPD Kabupaten Sikka,
yang terhormat Camat Nelle dan kepala desa yang sempat hadir
yang terhormat Kepala Sekolah SDK 132 Detung, para guru, para alaumni, siswa-siswi beserta orang tua dan komite sekolah,
Bapak, Ibu, Saudara-saudari, para hadirin dan undangan yang berbahagia. 
Atas nama pribadi dan keluarga, dan atas nama pemerintah serta seluruh masyarakat Kabupaten Sikka saya menyampaikan ucapan selamat dan proficiat kepada seluruh keluarga besar SDK 132 Detung yang telah mencapai usia emas, 50 tahun. Kita patut mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih kita kepada Tuhan, atas kasih dan penyelenggaraanNya yang telah membimbing dan menuntun seluruh komponen di lembaga pendidikan ini selama 50 tahun. Kita percaya, melalui lembaga  ini Tuhan sendiri mengajar dan mendidik umatNya; mencurahkan rahmat pencerahan budi dan pembaharuan hati kepada umatNya di wilayah ini. Syukur kita kepada Tuhan dan terima kasih kita kepada semua penjasa, pantas kita rayakan dalam rangkaian acara pesta emas hari ini.
Bapak Uskup yang mulia, saudara-saudara yang terhormat,
Usia emas bagi sebuah lembaga pendidikan dasar menggambarkan sebuah proses yang panjang dan berliku. Selama 50 tahun, sekolah ini tentu telah mendidik banyak orang, yang hasilnya sudah pasti sangat berpengaruh terhadap dinamika masyarakat di wilayah ini. Karena sekolah ini adalah sekolah dasar, maka sudah pasti ia telah meletakan dasar yang kokoh bagi perkembangan peradaban masyarakat Nelle bahkan di seluruh Kabupaten Sikka. Sendi-sendi dasar kehidupan masyarakat mulai dibentuk di sekolah ini, seperti kesehatan, tata laksana rumah tangga, pertanian, ekonomi, sosial budaya dan terutama agama. Karena itu, keberadaan lembaga pendidikan khususnya pendidikan dasar selalu menjadi perhatian serius pemerintah dan institusi agama di mana-mana. Perayaan syukur dan kehadiran kita semua hari ini memperlihatkan perhatian serius dan kepedulian yang mendalam akan pentingnya peran pendidikan dalam perkembangan masyarakat dan agama kita.
Bapak Uskup yang mulia, saudara-saudara yang terhormat,
Jika dewasa ini kita mengalami banyak masalah serius dalam kehidupan sosial dan keagamaan anak-anak kita, maka kita mestinya mengakui bahwa ada yang tidak beres dengan pendidikan kita; di keluarga dan di sekolah dasar. Kita belum meletakan dasar-dasar  iman, moral dan intelektual yang kuat dan memadai bagi kehidupan yang keras dan berat ini. Patut diakui bahwa perhatian kita belum fokus dan dukungan kita masih belum optimal terhadap pendidikan dasar. Bahkan dengan dukungan dana penuh dari pemerintah dalam penyelenggaraan pendidikan dasar dan menengah, kita harus mengakui bahwa masih ada hal-hal  yang tercecer dan tertinggal dalam pendidikan anak-anak kita di Kabupaten Sikka; bukan melulu soal angka partisipasi kasar dan prosentase lulusan. Ada beberapa aspek mendasar dalam penyelenggaraan pendidikan dasar yang membutuhkan perhatian serius dan dukungan konkrit berbagai pihak.
Bapak Uskup yang mulia, saudara-saudara yang terhormat,
Dewasa ini, uang sebagai biaya penyelenggaraan pendidikan dasar boleh dibilang telah sepenuhnya ditangani pemerintah. Gaji guru-guru, pembangunan gedung, pengadaan peralatan dan buku-buku serta biaya operasional sekolah hampir semuanya sudah ditanggung pemerintah.  Tapi itu bukan berarti pihak lain seperti lembaga agama dan masyarakat boleh lepas tangan. Kita masih harus bekerja sama, bahu-membahu menata dan mengelola pendidikan dasar di daerah ini. Sekolah ini adalah sekolah katolik, maka nilai-nilai kekatolikan tidak boleh redup dan hilang dari sekolah ini. Nilai-nilai moral dan sipiritual katolik harus terpancar dari sekolah ini bagi masyarakat Nelle dan sekitarnya. Guru-guru dan lembaga pendidikan ini mesti mendidik anak-anak menjadi manusia yang utuh, bukan melulu supaya pandai, lulus ujian, dapat pekerjaan dan bisa hidup lebih sejahtera dari orang-orang yang tidak sekolah. Sekolah ini, di usia setua ini juga harus bisa menghasilkan anak-anak  yang patuh, rajin, jujur dan berbudi mulia sehingga menjadi kebanggaan guru-guru dan orang tua. Dari aspek ini, instrumen pembelajaran dan indikator keberhasilannya mesti ditunjukkan sendiri oleh guru-guru dalam bentuk kata-kata yang berwibawa dan teladan hidup yang menggugah. Masyarakat dan gereja harus menegaskan kebenaran nilai-nilai moral dan agama yang diajarkan guru-guru di sekolah dengan aplikasi langsung dalam kehidupan sehari-hari. Kalau pesta pora, judi dan mabuk-mabukan adalah aktivitas yang merusak secara moral dan agama, maka ketika guru-guru melarangnya di sekolah, janganlah kiranya masyarakat dan lembaga agama membiarkannya. Guru dan sekolah hanya mengajarkan, tapi masyarakat dan komunitas agamalah yang mengaplikasikannya dalam hidup harian.
Bapak Uskup yang mulia, saudara-saudara yang terhormat,
Untuk mewujudkan dukungan dan kerja sama semua pihak di sekolah dasar, satu hal ini kiranya bolah dilakukan. Saya sangat terganggu dengan sebuah ritus di gereja kita ketika setelah komunio anak-anak berbondong-bondong minta diberkati imam satu per satu.  Suasananya tidak teratur; di mana orang tua, guru-guru, katekis atau pengurus lingkungan atau OMK? Bagaimana jika semuanya diatur berbaris rapi, tenang dan sopan, lalu mereka didoakan secara khusus oleh imam atau wakil orang tua atau salah satu guru. Doa itu bisa disisipi harapan dan dukungan bagi mereka untuk menjadi anak yang patuh, saleh, sopan santun dan berbakti kepada guru, orang tua dan gereja. Gereja telah menanam benih iman dan moralitas kristiani yang agung itu; kita tentu bertanggung jawab merawat dan memeliharanya di tengah kehidupan yang berat dan keras ini.
 Akhirnya, dengan menyampaikan salam hangat dan ucapan selamat, saya mengakiri sambutan ini; semoga usia emas sekolah ini sungguh memancarkan kualitas emas dalam diri para guru dan alumninya yang tahan uji dan cemerlang dalam segala situasi.
Sekian dan terima kasih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar