DARI KAMPUNG MENGGAPAI GLOBALISASI
Yohanes B. Samson (Son), lahir 25 Nopember 1975 di Malaara, sebuah dusun kecil nan terpencil di pedalaman Ende. Tamat SDN Malaara tahun 1988, SMP Pama Ana, Oja 1991 dan SMA Negeri I Ende 1994.
Sempat bergabung dengan komunitas biarawan misionaris SVD di Ende dan Nenuk, lalu meninggalkannya tahun 1997 dalam masa novisiat. Selama 1995-1998 aktif menulis untuk majalah rohani bulanan RUMAH KITA dan Mingguan DIAN.
Tahun 1998 mulai kuliah di STFK Ledalero sebagai mahasiswa awam, dan tamat 2002. Sejak kuliah mulai menjalankan usaha jasa komputer dan aktif dalam berbagai aktivitas sosial politik dalam wadah FORMARES dan PMKRI. Sempat bekerja sebagai staf administrasi KM Kab Sikka, Program Pengembangan Kecamatan (PPK) sepanjang tahun 2003.
Awal 2005 bergabung sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kabupaten Sikka, bekerja 4 tahun di Dinas Sosial, 3 tahun di Kelurahan Wuring dan kini di Bagian Kesra dan Kemasyarakataan Setda Sikka.
Kini menetap di Maumere, dan telah menikah dengan Fransiska R. Bura; dikarunia 3 orang anak: Julius Graciaenid Nayma (Enid, 8 tahun), Jacqueline Nerisa Nayma (Nerisa, 4 tahun) dan Michelle Theodiona Nayma (Misel, 6 bulan).
ALAMAT KANTOR :
Bagian Kesra dan Kemasyarakatan
Jl. Eltari Maumere-Flores NTT.
ALAMAT RUMAH :
Misir Barat, Kelurahan Madawat Maumere-Flores NTT.
"Kita tidak akan pernah mati karena ketiadaaan uang atau kehabisan makanan;
kita baru benar-benar mati ketika ketiadaan cinta dan kasih sayang."
kita baru benar-benar mati ketika ketiadaan cinta dan kasih sayang."

mantap bro lanjutkan moga sukses..
BalasHapus